Majalengka Kota Apa?

oleh : Jejep Falahul Alam*
Beberapa hari yang lalu atau tepatnya tanggal 7 Juni Kabupaten Majalengka merayakan hari jadinya. Usianya kini menginjak 525 M atau lebih dari 5 abad. Tentunya semua pihak berharap melalui momentum bersejarah ini, kabupaten yang populer dengan julukan kota angin ini, harus lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.
Masih dalam suasana hari jadi, banyak pertanyaan yang mengalir datang dari masyarakat yang mempertanyakan julukan Kabupaten Majalengka. Kota kecap kah? Kota ibadah? Kota pensiun? Atau kota angin yang selama ini terdengar akrab di telinga masyarakat.
Kemunculan julukan kota kecap dugaannya, karena dulu Majalengka menjadi salah satu sentra produksi sekaligus pemasok kecap terbesar di tanah air. Namun seiring berjalannya waktu, diiringi beragam persoalan yang membelitnya, perusahan kecap di Majalengka mulai tergerus zaman karena kalah bersaing dengan perusahan kecap saat ini. Mungkin dasar itulah, julukan kota kecap mencuat di masyarakat.
Setelah era kota kecap habis, Pemerintah Kabupaten Majalengka sekitar tahun 1991-an, memproklamirkan diri sebagai Kota Ibadah (Iman, Bersih, Aman, Damai, Asri, dan Hijau). Untuk membumikan kota tersebut, hampir semua tempat strategis, bahkan atap rumah kala itu bertuliskan Majalengka Kota Ibadah.
Mungkin alasanya, akronim dari ibadah menjadi secercah harapan bagi pemerintah mewujudkan visi-misinya. Tetapi panggilan kota ibadah pun mulai tenggelam secara perlahan-lahan, dan mengalami pergesaran nama menjadi kota penisun.
Konon katanya, di Majalengka banyak ditemukan para pensiunan dari generasi tua (kolot) dari berbagai penjuru daerah, yang bermukim hingga akhir hayatnya. Latarbelakang itulah menyebabkan Majalengka dijuluki sebagai kota pensiun.
Tapi kebenaran itu terbilang sesat dan masih dipertanyakan keabsahannya. Karena tidak ada korelasi dan pembuktian mengenai masalah tersebut. Logikanya, semua daerah pasti memiliki pejabat yang purnabakti ketika sudah waktunya. Termasuk Cirebon, Kuningan, Indramayu dsb, apakah layak disebut kota pensiun? Jawabannya pasti menolak.
Maka dari itu, orang yang menghembuskan julukan kota pensiun, diduga kuat memiliki tendesius yang berlebihan agar membentuk imej buruk mengenai Kabupaten Majalengka.
Kemudian, yang lebih akrab di telinga masyarakat dan ramai dikutip dalam setiap pemberitaan di media massa, Majalengka disebut kota angin. Tak ada hujan, tak ada kemarau, hembusan angin di Majalengka selalu kencang dan memiliki khas tersendiri.
Apakah kondisi ini karena pengaruh letak geografisnya yang berada di kaki Gunung Ciremai, sehingga hembusan anginya begitu kencang. Sehingga di wilayah III Cirebon, tepatnya di Kec. Jatiwangi Kab. Majalengka dibangun kantor Badan Meterologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG). Keberadaannya tiada lain memantau suhu dan cuaca di wilayah Ciayumajakuning terutama masalah peranginan.
Tapi klaim Majalengka sebagai kota angin pun masih perlu dibuktikan melalui data dan fakta serta penelitiaan di lapangan. Agar hal ini tidak menimbulkan perdebatan di kemudian hari. Terlepas dari semua itu, apalah artinya julukan sebuah daerah, tapi pada realitasnya julukan itu meleset dari kenyataan yang ada. Padahal umumnya, julukan daerah merupakan identitas yang ada benang merahnya pada masa lalu.
Kedepan apakah Majalengka bisa menyusul kemajuan daerah lainnya di kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat? Jawabanya bisa. Karena Majalengka yang dulu bukan yang sekarang. Banyak potensi yang masih belum tergali saat ini baik dari ujung utara, selatan, barat maupun timur Majalengka. Yang terbaru, dalam waktu dekat ini pemerintah pusat akan meresmikan tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) yang didalamnya melintasi wilayah Kabupaten Majalengka. Sehingga diharapkan dari pembangunan ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah maupun rakyatnya. Terutama mempermudah jarak tempuh ketika kita akan pergi ke ibukota.
Selain itu, yang paling fenomenal yakni proses pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang rencananya akan rampung dan beroperasi pada tahun 2017 mendatang. Bila ini terwujud, sudah barang tentu bakal mengungkit dan mendongkrak kemajuan suatu daerah di berbagai sektor bidang kehidupan. Angan-angan itu setidaknya menjadi kenyataan, ketika Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal menjadikan Kadipaten-Majalengka sebagai pusat perkembangan ekonomi Jabar bagian timur.
Dengan demikian, modernitas macam apa kiranya yang akan mengepung Majalengka dalam beberapa tahun ke depan? kota ibadah, kota pendidikan. kota perdagangan dan jasa, atau kota kecil dengan sejuta cerita. Atau jangan-jangan Majalengka bukanlah sebuah kota? Semua itu akan mengalami perubahan, bergantung pada kepala daerah, rakyatnya, jaringan birokrasi dan kerjasama semua komponen masyarakat tanpa terkecuali.
Bila pemerintah dalam melaksanakan amanahnya hanya sekedar melampiaskan nafsu kepentingan pribadi atau kelompoknya, maka harapan Majalengka menjadi Kota Metropolitan hanya sekedar dongeng sebelum tidur (kamuplase belaka). Begitu juga ketika rakyatnya, hanya menjadi obyek, bukan subyek pembangunan. Maka penderitaanlah yang akan didapat, menjadi penonton di rumahnya sendiri. Di tengah hiruk pikuknya pembangunan.
Maka dari itu, mari kita eratkan tangan. Bangun Majalengka secara gotong royong. Tidak mungkin roda pemerintah bisa berjalan tanpa keterlibatan dan kerjasama semua elemen masyarakat. Ibarat membersihkan setumpuk halaman yang kotor, dengan satu lidi saja tidak cukup, tanpa disatukan dan diikat dengan lidi lainnya.
Begitupula dengan kehidupan saat ini tidak mungkin seorang bupati berjalan sendiri tanpa ada gerbong dibelakang yang mengikutinya. Semoga dalam Hari Jadi Majalengka ke-525 tahun 2015 ini, rakyatnya semakin sejahtera dan makmur. Dan pemerintah bukan hanya sekedar slogan belaka dalam melaksanakan kewajibannya melindungi, mengayomi dan mensejehtarakan rakyatnya. Aaamiiiin.
Sumber:htp://facebook.com/kcmajalengka/
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 komentar :

Posting Komentar

Advertisement With Us

 
How to Lose Weight at Home Top